Sejarah Perkembangan Filsafat Ilmu

A. Perkembangan Awal Pemikiran Filsafat Ilmu

Pada awalnya pandangan pemikiran manusia sangat dipengaruhi oleh mitosentris yaitu bahwa semua kejadian di alam raya ini dipengaruhi oleh para dewa. Thales (624-546 SM), sebagai bapak filsafat disusul kemudian oleh Phytagoras (572-497 SM), Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-332 SM) merupakan filosof-filosof pertama yang mengubah pola piker manusia yaitu dari pola pikir mitosentris ke pola pikir logosentris. Aristoteles bahkan telah memperkenalkan “Allah” sebagai penggerak pertama atau aktus murni sebagai sumber dari segala sumber penggerak filsafat sebagai proses berpikir yang sistematis dan radikal mempunyai objek material (segala yang ada baik yang tampak maupun yang tidak tampak) dan objek formal. Sementara ilmu juga memiliki dua objek yaitu material (alam nyata) dan formal (metode untuk memahami objek material). Filsafat menyediakan tempat berpijak bagi kegiatan ilmu pengetahuan. Setelah itu ilmu berkembang sesuai dengan spesialisasinya masing-masing, sehingga ilmulah yang secara praktis membelah gunung dan merambah hutan dan filsafat kembali ke laut lepas untuk berspekulasi dan melakukan eksplorasi lebih jauh. Pada perkembangan berikutnya filsafat bukan hanya dipandang debagai induk dan sumber ilmu, tetapi sudah menjadi bagian dari ilmu itu sendiri dan bersifat sektoral, misalnya filsafat agama, filsafat hokum dan filsafat ilmu. Filsafat ilmu merupakan kajian secara mendalam tentang dasar-dasar ilmu, sehingga filsafat perlu menjawab persoalan ontologism, epistemologis dan aksiologis. Sejarah perkembangan filsafat dibagi dalam tiga periode. Periode pertama merupakan masa awal dari kaum filosof alam yang dimulai dari Thales hingga Parmanides. Dalam periode pertama, para filosof dengan segala pendapat dan pandanganyang berbeda-beda, dianggap tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan tentang manusia dan kebenaran. Periode berikutnya yang dikenal dengan sebutan periode kaum “sofis” yang dimotori oleh Protagoras yang menyatakan bahwa manusia adalah ukuran kebenaran ynag merupakan cikal bakal humanisme. Kaum sofis memberikan ruang gerak pada ilmu unutk berkembang, berspekulasi dan merelatifkan teori ilmu. Mereka beranggapan bahwa ilmu itu terbtas tetapi proses mencari ilmu tak terbatas. Periode berikutnya adalah filososf yang menentang pandanagn kaumsofis tentang relativisme kaum sofis. Periode ini dimotori oleh Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates terkenal dengan semboyannya “kenalilah dirimu sendiri”, Plato murid Sokrates mampu “mendamaikan” pandangan Hiraklitos dan Parmanides serta Aristoteles murid Plato yang lebih dikenal dengan analisis silogisme-nya.

B. Perkembangan Pemikiran Filsafat Ilmu Zaman Hellenisasi

Periode sejak menigalnya Aristoteles sampai menjelang lahirnya agama Kristen oleh Druysen disebut periode Hellenistik atau Hellenisme adalah istilah yang menunjukkan kebudayaan gabungan antara budaya Yunani dan Asia Kecil, Siria, Mesopotamia, dan Mesir Kuno. Dalam masa ini filsafat ditandai antara lain dengan perhatian pada hal yang lebih aplikatif, serta kurang memperhatikan metafisika, dengan semangat yang elektik (mesintesiskan pendapat yang berlawanan) dan bercorak mistik. Menurut A. Epping, cirri manusia (pemikir filsafat) abad pertengahan adalah

1. Ciri berfilsafatnya dipimpin oleh Gereja

2. Berfilsafat di dalam lingkungan ajaran Aristoteles

3. Berfilsafat dengan pertolongan Agustinus.

Pada masa ini filsafat cenderung kehilangan otonominya, pemikiran filsafat abad pertengahan bercirikan Teosentris (kebenaran berpusat pada wahyu Tuhan), hal ini tidak mengherankan mengingat pada masa ini pengaruh Agama Kristen sangat besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pemikiran. Filsafat abad pertengahan sering juga disebut Scholastik, postmodernisme pada dasarnya merupakan pandangan yang tidak/ kurang mempercayai narasi-narasi universal serta kesamaan dalam segala hal, faham ini lebih memberikan tempat pada narasi-narasi kecil dan lokal yang berarti lebih menekankan pada keberagamaan dalam memaknai kehidupan.

C. Perkembangan Pemikiran Filsafat Ilmu Zaman Renaissance

Renaissance merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Zaman Renaissance dipelopori oleh salah satunya yairu Nicholas Copernicus (1473-1543). Copernicus terkenal dengan teori Helliosentris-nya yaitu di mana matahari adalah pusat jagad raya, bukan bumi seperti yang dikemukakan oleh Ptolomeus yang diperkuat Gereja. Revolusi pemikiran ini memicu pertentangan antar pemikir dan Gereja Katolik Roma. Akibat revolusi pemikiran ini melahirkan Francis Bacon (1561-1626) dengan knowledge is power-nya, Thyco Brahe dengan gugusan bintang Cassiopeia-nya, Johannes Keppler (1571-1630) dengan ilmu Astronomi-nya, Galileo dengan ilmu gerak-nya serta Napier dengan logaritma berbasis e-nya dan sederet nama lainnya.

D. Perkembangan Pemikiran Filsafat Ilmu Zaman Pertengahan Islam Pertengahan zaman Islam dimulai sejak peristiwa Fitnah Al-Kubra yang dimotori oleh Abdullah Ibn Umar dan Abdullah Ibn Abbas. Peristiwa Fitnah al-Kubra irni ternyata tidak hanya membawa konsekuensi-logis dari segi politis an sich-seperti selama ini-tapi ternyata juga membawa perubahan besar bagi pertumbuhan dan dan perkembangan ilmu di dunia Islam. Pasca terjadinya Fitnah al-Kubra, muncul bebagai golongan yang memiliki aliran teologis tersendiri yang pada dasarnya berkembang karena alas an-alasan polotis. Pada saat itu muncul aliran Syi’ah yang membela Ali, aliran Khawarij dan kelompok Muawiyah. Namun, di luar konflik yang muncul pada saat itu, sejarah mencatat dua orang tokoh besar yang tidak ikut terlibat dalam perdebatan teologis yang cenderung mengkafirkan satu sama lain, tetapi justru mencurahkan perhatiannya pada bidang ilmu agama. Kedua tokoh itu adalah Abdullah Ibn Umar dan Abdullah Ibn Abbas. Kedua tokoh ini sering disebut sebagi pelopor tumbuhnya institusi keulamaan dalam Islam, sekaligus pelopor kajian mendalam dan sistematis tentang agama Islam. Dari sini kemudian dapat dikatakan bahwa sejak awal Islam kajian-kajian dalam bidang teologi sudah berkembang, meskipun masih berbentuk embrio. Embrio inilah yang pada masa kemudian menemukan bentuknya yang lebih sistematis dalam kajian-kajian teologis dalam Islam. Dapat disimpulkan bahwa peranan akal dalam pergulatan pemikiran dan keilmuan dalam Islam dimulai. Tahap penting berikutnya dalam proses perkembangan dan tradisi keilmuan Islam ialah masuknya unsure-unsusr dari luar ke dalam Islam, Khususnya budaya perso-Semitik dan budaya Hellenisme. Budaya Hellenisme dan juga filsafat Yunani mempunyai pengaruh basar terhadap tradisi keilmuan Islam, sehingga selanjutnya pengaruh itu pun terus mewarnaia perkembangan ilmu pada masa-masa beriktunya.

E. Perkembangan Pemikiran Filsafat Ilmu Zaman Modern

Perkembangan zaman modern dipelopori oleh I. Newton (1643-1727) dengan teori gravitasi-nya yang selanjutnya berkembang ilmu kimia yang dipelopori oleh Josseph Black (1728-1799) dengan CO2-nya sampai pada masa penemuanelektron oleh J.J Thompson yang menggugurkan teori atom sebagai bahan terkecil yang tidak dapat berubah dan bersifat kekal. Dapat ditarik kesimpulan sebuah sejarah ringkas ilmu-ilmu yang lahir saat itu. Perkembangan ilmu pada abad ke-18 telah melahirkan ilmu seperti taksonomi, ekonomi, kalkus, dan statistika. Di abad ke-19 lahir semisal pharmakologi, geofisika, geomorphologi, palaentologi, arkeologi, dan sosiologi. Abad ke-20 manganal ilmu teori informasi, logika matematika, mekanika kuantum, fisika nuklir, radiobiologi, oceanografi, antropologi budaya, psikologi dan sebagainya.

Daftar Pustaka

Bachtiar, Amsal, Filsafat Ilmu, Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, 2007

www.pengetahuan-subyek.blogspot.com

www.uharsaputra.files.wordpress.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: